Sejarah
Nama Yogyakarta berasalh dari kata Sansekerta "Ayodhya" yang berarti kedamaian atau tidak ada perang, dan "Karta" yang berarti baik, makmur, atau berkembang.
Ngayogyakarta Hadiningrat berarti "Kota yang makmur/baik dan yang paling utama". Nama ini ditetapkan Sri Sultan Hamengku Buwono I saat mendirikan keraton baru pada 1755 setelah perjanjian Giyanti.
Dalam ejaan kolonial, nama ini ditulis Djokjakarta atau Jogjakarta, yang kemudian disesuaikan menjadi Yogyakarta sesuai pelafalan asli dan aksara Jawa.
Kota Yogyakarta berdiri pada 13 Februari 1755 melalui Perjanjian Giyanti yang membagi Mataram Islam menjadi 2. Kota ini berpusat di Keraton Yogyakarta. Sultan HB I memasuki keraton baru pada tanggal 7 Oktober 1756, yang kini diperingati sebagai HUT Kota Yogyakarta.
Pada 5 September 1945, Sultan HB IX dan Paku Alam VIII menyatakan Yogyakarta bagian dari NKRI. Saat Jakarta tidak aman (1946-1949), Yogyakarta menjadi ibu kota RI sementara.
Berdasarkan sejarah dan perannya, Yogyakarta diakui sebagai Daerah Istimewa, dimana Sultan yang bertahta otomatis menjadi Gubernur.
Yogyakarta kini bersetatus kota otonom, terppisah secara administrsatif dari Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunung Kidul, namun tetap satu kesatuan dalam Daerah Istimewa Yogyakarta.
Geografis
Kota Yogyakarta berbatasan langsung dengan Jawa Tengah di utara/timur, dan Samudera Hindia di selatan. Topografinya terdiri dari dataran rendah, perbukitan,hingga pegunungan dengan rata rata ketinggian 113 mdpl.
Kota Yogyakarta terdapat beberapa sungai utama, yaitu Sungai Progo (Barat), Sungai Opak-Oya (Timur), Sungai Gajah Wong, Code, dan Winongo.
Wisata
Yogyakarta menawarkan perpaduan lengkap sejarah, budayam pantai, dan alam perbukitan. Destinasi ikonik adalah Jalan Malioboro, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Pantai Parangtritis. Selain itu ada juga wisata kekinian hits seperti Obelix Hils, Taman Sari, dan Goa Jomblang.
Wisata Budaya & Sejarah : Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Situs Warisan UNESCO lainnya.
Wisata Alam & Pantai : Pantai Parangtritis, Pantai Drini, Hutan Pinus Mangunan.
Wisata Kekinian : Obelix Hils, HeHa Sky View, HeHa Ocean View, Taman Sari.
Wisata Keluarga : Taman Pintar, Sindu Kusuma Edupark (SKE), Agro Wisata Bhumi Merapi.
Wisata Kuliner & Belanja : Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo.
Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, kemudian diperluas oleh raja-raja Mataram Kuno.
Didirikan untuk memuliakan Trimurti (Siwa,Brahma, Wisnu) dan sebagai tandingan Candi Borobudur, kompleks ini terbengkalai akibat perpindahan pusat kerajaan ke Jawa Timur dan gempa bumi sebelum akhirnya dipugar kembali pada abad ke-20 dan ditetapkan sebagai Siitus Warisan Dunia UNESCO pada 1991.
Secara rakyat, candi ini dikenal dengan legenda Bandung Bondowoso yang dituntut untuk membangun 1.000 candi dalam satu malam oleh Roro Jonggrang. Arca Druga Mahisasuramaradini di Candi Siwa sering diidentikkan sebagai perwujudan Roro Jonggrang yang dikutuk.